Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home2/milikkit/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41

Ummul Ayman Kukuhkan Pengurus Yayasan Bantuan Hukum dan Konsultasi (YBHK)

Loading

Pidie Jaya — Ummul Ayman secara resmi mengukuhkan pengurus Yayasan Bantuan Hukum dan Konsultasi (YBHK) dalam acara Wisuda ke-IV yang berlangsung khidmat di Aula Kampus STIS Ummul Ayman, Meurah Dua, Pidie Jaya, pada Selasa (30/10/2025).

Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Konsultan, Dr. Tgk. Syeh Khaliluddin, MA, salah satu dosen senior STIS Ummul Ayman yang juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum Islam di Aceh.

Dalam pengukuhan tersebut, Muzakkir, M.H,. P.hD (cand) resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus YBHK Ummul Ayman untuk periode pertama masa jabatan 2025–2028.

Dalam sambutannya, Dr. Syeh, menyampaikan bahwa pendirian dan pengukuhan YBHK merupakan langkah maju YPI Ummul Ayman dalam memperluas peran dayah dan kampus, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pengabdian sosial dan advokasi hukum bagi masyarakat.

“Yayasan ini diharapkan menjadi wadah pengabdian dosen dan mahasiswa, khususnya dari program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), dalam memberikan konsultasi dan pendampingan hukum berbasis nilai-nilai syariat Islam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus terpilih, Muzakkir, M.H,. P.hD (cand), dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk menjadikan YBHK sebagai lembaga bantuan hukum yang profesional, responsif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami akan fokus pada layanan konsultasi hukum keluarga, ekonomi syariah, serta advokasi sosial yang berpihak pada masyarakat kecil, sejalan dengan visi Ummul Ayman sebagai dayah dan kampus penggerak keadilan dan kemaslahatan umat,” ungkapnya.

Acara pengukuhan turut disaksikan oleh Waled Nuruzzahri, Wakil Bupati Pijay, jajaran senat, segenap civitas STIS Ummul Ayman, para wisudawan-wisudawati dan perwakilan lembaga mitra kampus. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pengurus YBHK oleh pihak kampus kepada ketua terpilih, sebagai tanda resmi dimulainya tugas kelembagaan.

Dengan berdirinya Yayasan Bantuan Hukum dan Konsultasi ini, Ummul Ayman berharap dapat berkontribusi nyata dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat dan membantu penyelesaian berbagai persoalan hukum melalui pendekatan yang adil, humanis dan berlandaskan nilai-nilai Islam. [Humas]

Gelar Wisuda ke-IV, STIS Ummul Ayman Kukuhkan 163 Sarjana Syariah Unggul

Loading

PIDIE JAYA – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman, Meurah Dua, Pidie Jaya, kembali mengukuhkan komitmennya dalam melahirkan generasi intelektual Muslim.

Sebanyak 163 sarjana syariah dari dua program studi unggulan, Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata-1 (S1) Ke-IV yang berlangsung khidmat pada Selasa (30/9/2025) di Auditorium utama kampus setempat, Desa Mns. Bie, Meurah Dua, Pidie Jaya.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Kabag Media dan Humas STIS Ummul Ayman, Tgk M Aidil Adhaa, yang menegaskan bahwa ratusan lulusan ini siap mengarungi dinamika sosial dan global dengan bekal ilmu syariah yang mumpuni.

Pendiri STIS Ummul Ayman, Waled Nuruzzahri, dalam sambutannya kembali menegaskan visi awal pendirian kampus. Sejak awal, STIS Ummul Ayman berkomitmen kuat untuk mencetak kader-kader ulama dan cendekiawan Islam yang siap mengabdi di tengah masyarakat.

“Kami berharap para lulusan tidak hanya bangga dengan gelar, tetapi juga menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan ibadah dan pengabdian,” pesan Waled dengan penuh makna.

Lebih lanjut, Waled Nuruzzahri mendorong para wisudawan untuk tidak berpuas diri.

Ia menekankan pentingnya menambah ilmu ke jenjang berikutnya dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu, sejalan dengan prinsip pendidikan seumur hidup.

Acara wisuda ini juga semakin bermakna dengan kehadiran Prof Dr Ir H Ahmad Humam Hamid MA sebagai Orator Ilmiah. Dalam orasinya yang inspiratif, Prof Humam mengangkat tema krusial: ”Peran Intelektual Muslim dalam Menghadapi Dinamika Global.”

Profesor tersebut menyoroti keunggulan pendidikan yang diusung oleh Ummul Ayman, yakni memadukan sistem kedayahan (tradisional pesantren) dan modernitas. Menurutnya, model pendidikan yang menyandingkan tradisi keilmuan Islam klasik dengan tuntutan zaman modern ini bukanlah hal baru.

Bahkan, ia menelusuri bahwa cikal bakal intelektual terkemuka lahir dari halakah-halakah dan majelis-majelis pendidikan di masjid sejak masa peradaban Islam dahulu. Penekanan pada integrasi ilmu ini diharapkan mampu menghasilkan sarjana yang kokoh secara spiritual dan kompetitif secara intelektual.

Momentum penting ini turut disaksikan oleh berbagai tokoh penting, menjadi bukti nyata dukungan terhadap peran strategis STIS Ummul Ayman di Aceh. [Serambi/Humas].

Gelar Kuliah Umum, STIS Ummul Ayman Angkat Tema Menggapai Masa Depan Aceh yang Gemilang

Loading

Pidie Jaya – Aula Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya dipadati ratusan mahasiswa, dosen, dan undangan pada acara Kuliah Umum yang menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu ulama kharismatik Aceh, Waled Nuruzzahri, dan akademisi, Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL. Acara ini mengusung tema besar “Menggali Potensi Generasi Masa Depan dalam Aspek Sejarah, Budaya, Hukum, dan Ekonomi dalam Membangun Aceh Berdaya Saing.”

Kepala Bagian Komunikasi dan Humas, M. Aidil Adhaa, Lc mengatakan, kegiatan digelar pada hari Selasa (16/09/2025) tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua STIS Ummul Ayman, Dr. Tgk. H. Muhammad Zukhdi, Lc., MA. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa agar tidak hanya terfokus pada disiplin ilmu agama, melainkan juga mampu mengintegrasikan sejarah, budaya, hukum, dan ekonomi dalam membangun peradaban Aceh yang lebih baik.

Acara dipandu oleh Wakil Ketua III, Dr. Tgk. Syeh Khaliluddin, MA. Dalam sesi pertama, Waled Nuruzzahri menekankan pentingnya memahami ilmu duniawi-ukhrawi dan sejarah sebagai pijakan dalam menatap masa depan. Menurutnya, generasi muda Aceh harus mendalami ilmu, baik ilmu duniawi sebagai bekal hidup di dunia ini maupun ukhrawi sebagai modal kehidupan di akhirat nantinya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga akhlak, moral, serta menghargai nilai-nilai adat yang selaras dengan syariat Islam sebagaimana yang diusung oleh Ummul Ayman. Baginya, perpaduan antara tradisi, agama, dan ilmu modern menjadi kekuatan bagi para mahasiswa-mahasiswi untuk menjadikan Aceh berdaya saing dalam era globalisasi.

Hukum dan Ekonomi dalam Persaingan Global

Sesi berikutnya dibawakan oleh Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL yang mengupas aspek hukum dan ekonomi sebagai pilar penting dalam pembangunan Aceh. Menurutnya, penegakan hukum yang adil serta kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat menjadi syarat mutlak untuk menciptakan Aceh yang kuat.

“Generasi muda Aceh harus menguasai ilmu hukum agar mampu menegakkan keadilan, serta memahami dinamika ekonomi agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Kita harus keluar dari zona nyaman, dan mulai membangun kapasitas diri. Berlayarlah jauh untuk berkembang,” ujar Dr. Adli Abdullah.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam melahirkan SDM yang kompeten. Dengan begitu, Aceh tidak hanya dikenal dari sisi sejarah dan syariat, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang hukum, bisnis, dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional.

Antusiasme Mahasiswa dan Harapan Masa Depan

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan berdialog langsung dengan narasumber, mulai dari isu tentang perkembangan pendidikan, tantangan hukum di era digital, hingga strategi penguatan ekonomi lokal berbasis budaya Aceh. Banyak peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru setelah mengikuti acara ini.

“Ini sangat membuka wawasan kami, bahwa kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tetapi bagaimana kami sebagai generasi muda Aceh bisa berkontribusi nyata untuk daerah,” ujar Agustiar, salah seorang mahasiswa baru STIS Ummul Ayman.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Ketua STIS Ummul Ayman menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus digelar secara rutin, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari bangku kuliah, tetapi juga memperoleh motivasi langsung dari para tokoh agama, akademisi, dan praktisi. Dr. Zukhdi juga berpesan agar mahasiswa selalu menyeimbangkan antara ilmu dunia dan akhirat, serta tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam setiap langkah.

Dengan adanya kuliah umum ini, STIS Ummul Ayman menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Aceh yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berdaya saing tinggi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Acara kuliah umum ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Waled Nuruzzahri. [] [Humas]

Eratkan Kerjasama, STIS Ummul Ayman Teken MoU Dengan KBRI Malaysia

Loading

Malaysia – STIS Ummul Ayman Pidie Jaya melaksanakan perjanjian kerjasama dengan KBRI Malaysia terkait kelanjutan kegiatan pengajaran dan pengabdian dilingkungan KBRI. Acara berlangsung di Nilai Spring Resort Malaysia, Selasa (8/09/2025).

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Muhammad Firdaus beserta jajarannya dan seluruh rektor kampus dan perwakilan kampus yang terundang di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, dari STIS Ummal Ayman, hadir Dr. Tgk. Syeh Khaliluddin, MA, Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan juga Muzakkir, MH, P.hD (Cand), Sekretaris  UP3M.

Sebagaimna diketahui, saat ini terdapat 2.400 anak-anak pekerja migran Indonesia dengan 76 sanggar di Semenanjung Malayasia yang mendapatkan pengajaran dari perwakilan RI dan masyarakat di Malaysia.

Dengan keterbatasan yang ada tersebut, dengan penandatanganan SPK tersebut akan mendukung kesinambungan dan tersedianya sumber daya manusia pengajar di seluruh sanggar bimbingan yang berlokasi di Semanjung Malaysia,  baik dalam pengabdian yang dilakukan oleh para mahsiswa maupun pengabdian yang dilakukan oleh dosen-dosen.

Dalam agenda kunjuangan ini, STIS Ummul Ayman juga menindaklanjuti perbincangan terkait dengan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) yang dibahas bersama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia, pada Rabu (10/09/2025).

Dengan adanya penandatanganan ini, STIS Ummul Ayman bisa menempatkan mahasiswa peserta pengabdian atau para dosen untuk melakukan pengabdian di sanggar-sanggar binaan tersebut. []