Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home2/milikkit/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41
Pidie Jaya – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie Jaya lakukan kerjasama dengan STIS Ummul Ayman serta mensosialisasikan Pemilu dan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) berjudul ‘Kejarlah Janji’ di Aula Kampus STIS-UA Pidie Jaya, Sabtu (28/10/2023).
Kegiatan yang diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua KIP Pidie Jaya Aceh, Iskandar, S.Sos dan juga Ketua STIS-UA diwakili Wakil Ketua III, Tgk Syeh Khaliluddin, MA ini berjalan lancar dan khidmat.
Wakil Ketua III, Tgk Syeh Khaliluddin, MA sedang memberikan kata-kata sambutan
Tgk Syeh Khaliluddin dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk menjadikan kegiatan Nobar ini bagian dari pendidikan politik terutama generasi milenial yang harus banyak diberikan suplemen terkait edukasi politik.
“Terima kasih kepada KIP Pijay yang telah memilih Kampus STIS Ummul Ayman sebagai objek bagian dari sosialisasi KIP Pidie Jaya dan berharap kepada mahasiswa dengan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dalam dunia politik untuk negeri ini yang lebih baik dengan memilih wakil rakyat dan pemimpin yang mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik dan hindari praktek menyimpang politik baik money politik dan lainnya,” pintanya.
Sementara itu, Iskandar saat memberikan sambutan mengatakan kegiatan Nonton Bareng Film Sosialisasi dan Pendidikan Pemiih ‘Kejarlah Janji’ bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke 95 Tahun melalui Program KIP Pidie Jaya Goes To Campus Ummul Ayman Pidie Jaya.
“Program ini dilaksanakan serentak di seluruh tingkatan KPU secara nasional yang bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda Ke-95 Tahun 2023. Kegiatan sosialisasi Pemilu dan pendidikan politik bagi pemilih muda guna mendorong peningkatan partisipasi pemilih dalam Pemilu Tahun 2024,’’ ungkapnya.
Iskandar menyebutkan potret yang ditampilkan dalam Film ‘Kejarlah Janji’ tersebut menggambarkan kondisi Demokrasi di Indonesia serta jadikanlah sebagai ibrah dan inspirasi teungku-teungku yang juga mahasiswa untuk berpartisipasi pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Kami mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilihan umum tahun 2024 mendatang, karena tanpa dukungan dan kerjasama semua pihak, KIP sebagai penyelenggara pemilu tidak bisa bekerja sendiri,’’ pintanya.
Segenap audiens berfoto bersama sejenak selesai MoU, Sosialisasi dan Nobar
Selanjutnya Sekretaris KIP Pijay iswandi, S. Sos mengatakan selain acara nobar juga Ketua KIP Pidie Jaya, Iskandar, S.Sos melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU ), bersama Sekolah Tinggi Ilmu Syariat (STIS) Ummul Ayman yang diwakili Ketua STIS Ummul Ayman Tgk. Dr. H. Muhammad Zukhdi, Lc, MA yang akrab disapa Baba itu.
“Secara bertahap KIP Pidie Jaya juga merencanakan sejumlah kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih disabilitas, masyarakat umum dan lainnya,’’ sambungnya. []
*Berita ini telah tayang di media Ruang Berita.co dengan judul: https://ruangberita.co/news/sosialisasi-pemilu-kip-pidie-jaya-gelar-nobar-kejarlah-janji-di-kampus-stis-ummul-ayman/index.html
Bandar Lampung – Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam STIS Ummul Ayman Pidie Jaya, Tgk Muhammad Jafar, MA ditemani Wakil Ketua I STIS, Dr. Tgk Januddin, MA menandatangani MoU Kerjasama dengan 180 Program Studi Hukum Keluarga Islam dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonsia. Acara penandatanganan MoU ini diadakan pada malam penutupan MUNAS Ke-II Asosiasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (Prodi HKI) yang bertempat di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (27/10/2023).
Wakil Ketua I STIS, Kaprodi HKI berfoto bersama salah seorang peserta di sela-sela acara.
Acara Munas ke-II Asosiasi Hukum Keluarga Indonesia (HPHKI) diadakan bersamaan dengan Kegiatan The 1st Raden Intan Mubadalah International Conference on Islam and Family (RIMICIF) 2023. Konferensi bertaraf internasional RIMICIF ini berlangsung sejak 25-27 Oktober di Hotel Emersia Lampung. Giat ini diikuti para akademisi yang mempresentasikan 100 paper yang terbagi menjadi 10 kelas paralel. Tema yang diangkat yakni Realizing a Sakinah Family Towards a Just Civilization.
Dalam Kegiatan RIMICIF ini, hadir sebagai pembicara yang berasal dari India, Mesir, Turki, Malaysia maupun Indonesia, di antaranya, Rozana Isa (Executive Director at Sisters in Islam Malaysia), Dr Noorjehan Safia Niaz (Co-founder of Bhartiya Muslim Mahila Andolan (BMMA) India), Prof Dr Omaima Abou Bakr Cairo (University Egypt), Dr Mardi Candra MAg MH (Hakim Yustisial MA RI).
Berfoto bersama narasumber dan sebagian peserta yang hadir.
Begitu juga Dr Faqihuddin Abdul Kodir MA (IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Dr Nur Rofiah Bil Uzm (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta), Nani Zulminarni (Ketua Yayasan PEKKA dan Direktur Regional ASHOKA), Prof Dr H M Afif Anshori MAg (Guru Besar UIN Raden Intan Lampung), dan Dr Rana M Salaymah (Bolu Abant Izzet Baysal University Turkey). []
Meurah Dua – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Dr. Tgk. Muhammad Zukhdi, Lc., MA mengisi pengajian di masjid Kuala, Langsa, Kamis (26/10/2023).
Dalam majelis tersebut, ulama yang akrab dikenal panggilan ‘Baba Alue Bili’ ini menguraikan tema tentang Kedudukan Tasawuf serta Peran Thariqah dalam Kehidupan Sehari-hari.
“Intinya adalah ilmu Tasawuf termasuk ilmu yang farzu ain untuk dituntut dan jangan pernah kita mengabaikannya. Dengan amalan tasawuf, kita akan merobah akhlak dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan latihan (riyadhah) memperbanyak zikir dan amalan-amalan sunnah lainya,” ujar Pimpinan Dayah Babussalam, Alue Bili ini.
“Dengan tasawuf, kita dapat mengontrol jiwa dari sifat-sifat tercela, serta mengisi dengan sifat-sifat terpuji sehingga Allah memberikan ketenangan jiwa dan berusaha mengarahkan menjadi jiwa yang mutmainnah,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Baba mengingatkan agar kita kaum muslimin jangan pernah menganggap tidak penting menuntut ilmu. “Karena dengan ilmu itulah kita akan mendapat kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat nantinya. []
Oleh: Amrul Yunan Usman, Finalis Duta Santri Nasional 2023, mahasiswa Semester III Prodi HES, STIS Ummul Ayman
SAAT ini saya tercatat sebagai Mahasantri di Pondok Pesantren (di Aceh lebidh dikenal dengan sebutan: Dayah) Ummul Ayman dan juga sebagai Mahasiswa aktif di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya. Menjadi bagian dari santri merupakan keinginan saya sejak kecil. Saya patut lebih bersyukur lagi dan berterima kasih kepada orang tua dan Ayahanda Waled Nuruzzahri (Pimpinan Dayah Ummul Ayman) atas dukungan yang diberikan kepada saya sehingga beberapa waktu lalu saya terpilih sebagai salah seorang finalis Duta Santri Nasional 2023.
Ajang Duta Santri Nasional ini diselenggarakan selama dua tahun sekali. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut diikuti sebanyak 6341 santri pendaftar dari santri seluruh pesantren di Indonesia, mulai dari Aceh Sampai Merauke. Para peserta melewati beberapa tahap, mulai dari tahap pendaftaran, pemberkasan, wawancara, bootcamp, pitching dan akhirnya sampai pada tahap karantina. Dari keseluruhan pendaftar, hanya 48 peserta saja yang terpilih untuk mengikuti karantina tersebut. Dari Aceh, saya satu-satunya yang terpilih. Karantina ini digelar di Surabaya Jawa Timur sejak 17 hingga 21 Oktober.
Dari Aceh, saya tidak sendirian. Saya berangkat bersama ibunda. Setelah ditinggali ayah, sang ibu selalu menjadi penopang kehidupan saya bersama abang-abang saya. Ibu selalu mendukung langkah-langkah saya. Tak terkecuali, beliau menyempatkan diri untuk menemani saya ke Surabaya. Saya pun selalu yakin bahwa doa seorang ibu begitu berkah dan cepat dikabulkan. Sembari menikmati perjalanan dalam pesawat, saya menikmatinya dengan mengambil dokumentasi kecil-kecilan sebagai bahan referensi typography perjalanan pribadi. Selain gemar berliterasi, saya juga sangat menyukai dunia kesenian berupa memotret dan membuat video-video.
Saya rasa, ini kita sudah memasuki zaman digital, yang mana tuntutan bagi setiap santri harus menguasai dunia multimedia, sebagai penunjang mereka dalam berdakwah. Saya punya motto, ‘hidup ini lebih indah jika mempunyai seni’. Seperti kata Oscar Wilde, ‘Adalah melalui seni dan hanya seni, kita dapat menyadari kesempurnaan kita.’ Setiba di bandara Juanda, Surabaya, kami dijemput oleh paman. Perjumpaan dengan paman ini sudah lama saya idamkan. Malamnya kami menginap di kediamannya, di Jombang.
Keesokan harinya, paman mengantar saya ke Balai Diklat Keagamaan, Surabaya, Jawa Timur. Di sanalah saya bersama 47 finalis lainnya beraktivitas mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. Sementara ibunda menginap di Jombang. Sesampai di Balai Diklat Keagamaan, saya bersama peserta lain langsung disambut oleh panitia Duta Santri 2023. Lalu kami memasuki ruang registration finalis untuk diinput data sesuai indentitasnya masing-masing.
Pada Event Duta Santri Nasional 2023 ini terbagi 10 bidang masing-masing yaitu pendidikan dan agama, sains dan teknologi, sosial dan kemasyarakatan, politik dan hukum, kesehatan dan olahraga, energi dan lingkungan, ekonomi dan kewirausahaan, budaya dan pariwisata, diaspora dan multimedia. Ini merupakan salah satu event paling menantang bagi saya. Karena di sana seluruh finalis memiliki prestasi yang berbeda-beda mulai dari permainan wayang daerah Jawa, Qiraah Sab’ah, Pantomim serta penguasaan kesenian-kesenian lainnya.
Di Balai Diklat ini saya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari perkenalan, pembekalan materi, penampilan bakat bahkan koreografi untuk menghiasi indahnya malam penganugerahan Duta Santri Nasional 2023 yang dibimbing langsung oleh panitia. Di sana saya belajar banyak tentang bagaimana peran santri agar berjiwa moderat dalam beragama dan bertoleransi antar agama. Toleransi di sini saya maknai dengan sikap moderat kita seorang santri yang notabennya adalah tokoh agama ketika berinteraksi dengan pihak-pihak lain.
Selain itu, kami juga dibekali tentang dunia kepesantrenan serta apa saja yang menjadi tanggung jawab para santri kedepannya. Menjadi santri memang tidaklah mudah. Selain menjadi penanggung jawab dari hal-hal keagamaan, santri juga harus berada di garda terdepan dalam menjadikan dirinya sebagai teladan bagi umat. Lebih asyik lagi, selama karantina itu, kami juga diajarkan juga ilmu public speaking. Hal ini memang harus benar-benar dikuasai oleh seorang santri. Sebagai calon tokoh agama, ilmu public speaking ini harus benar-benar berdarah daging di dalam jiwa santri.
Di antara kegiatan yang sangat berkesan bagi saya selama karantina berlangsung yakni dicetusnya Forum Discussion Grup (FDG). Di forum itu, kami para finalis saling tukar-menukar pikiran terkait peran santri yang dibutuhkan di zaman milenial ini. Dari ini bisa saya simpulkan bahwa santri harus benar-benar berperan hal toleransi, membendung benih-benih radikalisme, berkecimpung di dalam hal moderasi beragama serta menjadi bagian dari barisan penjaga keutuhan umat, bangsa dan negara.
Harapannya juga untuk seluruh finalis agar lebih berkembang di seluruh aspek manapun, baik itu berupa saintek, multimedia dan sosial-kemasyarakatan. Selang waktu datang silih berganti, akhirnya kami tiba pada malam penganugerahan atau penobatan Duta Santri Nasional 2023. Acara berlangsung di Auditorium UNUSA Tower, Surabaya, Jawa Timur.
Event bergengsi ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Gus Yaqut. Saya sangat bahagia menjadi bagian dari 48 finalis yang berada di panggung tersebut, bersaing dengan seluruh finalis se-Indonesia. Acaranya berlangsung meriah. Gegap gempita para finalis serta tepukan tangan penonton membuat malam itu semakin meriah. Di akhir acara, para panitia mengungkapkan bahwa kami 48 ini sudah menjadi keluarga baru.
“Jadi tetap terus semangat berdakwah. Kalian di sini sangat beruntung, karena dari sebanyak 6341 santri Indonesia yang mendaftar, hanya kalian yang terpilih,” ujarnya.
Harapan saya untuk seluruh santri di Aceh khususnya agar terus berkontribusi dan berprestasi untuk agama dan daerahnya agar Aceh lebih menggaung di kancah nasional. Juga semoga selalu istikamah dalam belajar ilmu agama agar menjadi pemimpin yang berlatarbelakang tokoh agama yang kokoh dengan pendiriannya. Mengingat jasa-jasa terdahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa ini dan menjayakannya dengan berjihad, berperang melawan kolonial musuh-musuh bangsa, namun santri di era milenial ini jihadnya bukanlah dengan berperang, tapi dengan menyebarkan ilmu dengan muidhah al hasanah serta penguasaan multimedia dalam rangka mendakwahkan nilai-nilai positif.
Hal itu juga disertai dengan menyukai dunia literasi dan melek perkembangan zaman. Hal ini sesuai dengan tema Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 ini yakni ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’. [] (Gmail: rais.fcb10@gmail.com)
Pidie Jaya –Sekolah Tinggi llmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya sukses menggelar upacara peringati Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Pidie Jaya. Acara yang dihadiri seribuan peserta yang terdiri dari mahasiswa/i, santri, dewan guru dan pimpinan dayah ini digelar di lapangan sepakbola Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III Meunasah Bie, Meurah Dua, Minggu (22/10/2023).
‘’Alhamdulillah, pelaksanaan upacara HSN ini berjalan sukses. Turut diundang Ketua PC Ansor Pidie Jaya, Ketua PCNU Pidie Jaya, Satkorcab Pidie Jaya, pimpinan Dayah Ummul Ayman II dan Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, civitas akademika STIS Ummul Ayman, DEMA STIS Ummul Ayman juga dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat Pidie Jaya,’’ ungkap Ketua STIS Ummul Ayman melalui Wakil Ketua I, Dr. Tgk Janudin, MA.
Tgk. Januddin mengatakan acara tersebut berjalan lancar dan sukses dengan dukungan DEMA STIS juga Banser Pidie Jaya terkait persiapan dan hal lainnya dalam menyukseskan upacara Hari Santri Nasional (HSN) Ke-9.
Wakil Ketua II STIS-UA, Dr. Tgk. Mahdir Muhammad, MA bertindak sebagai Inspektur upacara
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIS-UA, Tgk Mukhtar Luthfi Z mengatakan kesuksesan upacara HSN Ke-9 berkat kekompakan dan kerjasama semua pihak baik kalangan nahdhiyin, santri maupun mahasiswa STIS-UA.
‘’Selain itu peringatan HSN Ke-9 juga dihadiri jajaran Ansor, Banser dan PCNU Pijay termasuk jurnalis media cetak dan online meliputi peringatan serimonial tahunan tersebut dan berharap kedepannya nahdhiyin dan santri Pidie Jaya terus berkontribusi untuk umat,’’ pintanya.
Tgk. Mukhtar yang juga santri Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III itu menyebutkan tata pelaksanaan upacara HSN Ke-9 dengan inspektur upacara dipercayakan Dr. Tgk. Mahdir Muhammad, MA, Pemimpin Upacara Tgk. Nazriel Ichsan, Pembaca UUD 45: Tgk. Arizal Syauqi, Pembaca ikrar santri: Tgk. Wildan, Pembaca teks pancasila Tgk. Syibral M.
Tgk Sadikul Wahdi Ketua Panitia pelaksana menjelaskan sangat berterima kasih kepada tim media dan publikasi juga didukung drone mengabadikan baik video dan foto pelaksanaan upacara HSN Ke-9 oleh Kementrian informasi dan komunikasi (Keminfokom) DEMA STIS-UA dari awal hingga selesai acara.
Salah seorang anggota DEMA, Wildan sedang memimpin pembacaan Ikrar Santri
Mahasiswa STIS-UA itu menambahkan para santri yang sebagian besar berusia remaja itu bersemangat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Hari Santri Nasional 2023 dan Ya Lal Wathan.
“Tangan santri terkepal ke udara seraya menyanyikan bait demi bait yang diciptakan oleh Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah itu. Juga turut dinyanyikan Syair khas Waled,” sambungnya.
Jajaran civitas akademika STIS-UA bersama pengurus dan anggota DEMA STIS Ummul Ayman sangat aktif berperan dalam menyukseskan HSN Ke-9 tahun ini. []
*Berita ini telah tayang di media Ruang Berita.co pada 22 Oktober 2023, pukul 15.17 dengan judul: https://ruangberita.co/news/dihadiri-seribuan-santri-pc-ansor-pidie-jaya-sukses-gelar-apel-hari-santri-nasional-ke-9/index.html
Pidie Jaya – Salah seorang putra Aceh, Amrul Yunan Usman terpilih masuk dalam finalis Duta Santri Nasional 2023 setelah mengikuti seleksi ketat yang diikuti oleh 6341 santri dari seluruh Indonesia, Senin (2/10). Kepastian masuk dalam finalis tersebut, diketahui setelah mendapat kabar dari panitia lewat Surat Pemberitahuan Finalis Duta Santri Nasional 2023.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah SWT. Saya tidak menyangka lolos sampai ke final,” kata Amrul.
Proses seleksi para peserta Duta Santri Nasional 2023 ini berlangsung melalui beberapa tahapan ketat yang menguji pengetahuan dan bakat. Pada tahap awal, kata Amrul, peserta mengikuti pemberkasan untuk memastikan mereka memenuhi kriteria sebagai santri berprestasi dan berkomitmen tinggi. Selanjutnya, ada tahapan wawancara, di mana kemampuan komunikasi dan kepribadian akan diuji dengan bijak.
“Alhamdulillah semua tahap ini sudah saya lalui dengan baik hingga terpilih. Ini berkat doa orang tua, ibu dan keluarga. Saya juga berterima kasih atas dukungan dari teman kerabat semua,” sambung santri Dayah Ummul Ayman Samalanga Pimpinan Waled Nuruzzahri Yahya (Waled Samalanga) ini.
Amrul Yunan Usman selain sebagai santri di dayah setempat, kegiatan lainnya juga merupakan imam muda di masjid Polres Kota Lhokseumawe. Santri kelahiran 23 Oktober 2003 ini juga rutin menjadi imam shalat Jumat dan Idul Fitri di kabupaten/kota di Aceh. Saat ini, putra keempat Ibunda Maryati ini juga sedang menuntut ilmu di bangku kuliah semester tiga, jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), Kampus STIS Ummul Ayman Pidie Jaya.
Menurut laporan panitia penyelenggara, Ajang Pemilihan Duta Santri Nasional 2023 diikuti sebanyak 6341 santri yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi ini.
Jumlah tersebut berasal dari 6279 pondok pesantren yang tersebar di 37 provinsi di Tanah Air. Pemilihan Duta Santri Nasional menjadi ajang yang dinanti-nanti oleh para santri terbaik yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Dalam kompetisi ini, para santri akan menampilkan potensi mereka dalam berbagai tahapan yang menarik dan penuh tantangan. []
*Berita ini telah tayang di media Serambi Indonesia: https://aceh.tribunnews.com/2023/10/06/amrul-usman-lolos-ke-final-duta-santri-nasional