Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home2/milikkit/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41

Hasil Mubes Ke-III, Martunis-Mukhtar Luthfi Nahkodai DEMA Periode 2022-2023

Loading

Meurah Dua – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman (STIS-UA) menggelar acara Musyawarah III, Sabtu (25/06) di Aula STIS Ummul Ayman, Mns. Bie, Pidie Jaya. Acara tersebut merupakan agenda tahunan DEMA STIS-UA yang diadakan untuk menentukan ketua dan wakil periode selanjutnya.

Pembantu Ketua III STIS Ummul Ayman, Dr. Tgk. Mahdir Muhammad, MA dalam sambutannya menyupport semangat mahasiswa/i dalam berorganisasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DEMA STIS-UA oleh Sekretaris Jenderal DEMA, Akram Alfarasyi.

Setelah jeda sejenak, acara dilanjut dengan presentasi visi-misi dan debat dari dua paslon yang mencalonkan diri untuk menjabat di periode mendatang. Paslon satu diusung oleh Martunis (semester 6) sebagai Ketua dan Mukhtar Luthfi Z (semester 4) sebagai Sekretaris Jenderal. Sedangkan paslon 2 dengan Muhammad Farhanarrizky sebagai Ketua (semester 6) dan M. Afit Zul Nabil (semester 6) sebagai Sekretaris Jenderal.

Anggota KPUM, Zikrullah menunjukkan kertas pencoblosan

Usai salat zuhur dan makan siang, acara dilanjutkan dengan pemilihan umum yang dipandu langsung oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) STIS Ummul Ayman beranggotakan Zikrullah, Alwi Rahmat, dan Abdul Razak. Para pemilih dibatasi berjumlah 48 orang yang berasal dari mahasiswa dan mahasiswi mulai semester 2 hingga 6. Jumlah 48 tersebut adalah perwakilan dari masing-masing unit dari prodi HKI dan HES. Pembatasan pemilih tersebut dilakukan agar lebih terorganisir.

Pemilihan dimenangkan oleh paslon 1 dengan perolehan 34 suara. Sedangkan paslon dua hanya mendapat 12 suara dan dua suara lagi dinyatakan rusak oleh KPU STIS-UA dan Presidium yang beranggotakan Diaurrifqi sebagai Presidium I, Akram Alfarasyi sebagai Presidium II dan Rizqi Maulana sebagai Presidium III.

Ketua Demisoner, Diaurrifqi (kanan) menyerahkan bendera DEMA kepada Ketua terpilih, Martunis (kanan)

Usai pemilihan, Presidium langsung melantik paslon pemenang sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal DEMA STIS Ummul Ayman Periode 2022-2023. Kemudian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua DEMA periode 2020-2022, Diaurrifqi. [FMA/MAA].

#mahasiswa_i #stisummuulayman #hukum_ekonomi_syariah #hukum_keluarga_islam

Jadi Narasumber di Acara PKU Bireuen, Syeh Khalil: Islam Sangat Menghargai Kearifan Lokal

Loading

BireuenWakil Ketua III STIS UA, Tgk Syeh Khalil, MA diundang menjadi narasumber di acara Pendidikan Kader Ulama (PKU) Bireuen 2022, Kamis, (16/06) yang bertempat di aula Hotel Fajar, Bireuen. Dalam seminarnya, Syeh memaparkan tentang ‘Sosiologi, Tamaddun dan Kearifan Lokal’.

Islam adalah agama yang universal dan sempurna secara normative. Umat Islam patut berbahagia karena setiap sendi kehidupan dalam berbagai dimensi ruang dan waktu Islam hadir sebagai pedoman. Tidak terkecuali dalam kehidupan sosial, Islam punya sumbangan besar dalam perkembangan peradaban manusia semenjak abad ke 7 M sampai abad ke 14 M.

Menurutnya, ketiga poin tersebut selalu sinkron dengan kejayaan Islam. Semisal Sosiologi Islam, dimana ia merupakan suatu bidang keilmuan yang kajiannya di aspek relasi dalam kelompok masyarakat Islam. Ia memberi gambaran realitas kelompok masyarakat Islam yang memiliki sistem budaya kemasyarakatan yang terbangun atas sistem nilai, keyakinan, historis, dan moralitas sendiri. Di sisi lain, dalam kehidupan bermasyarakat, lanjutnya, sosial budaya dan agama selalu ada dan selalu saling berhubungan.

“Keduanya saling memengaruhi. Agama memengaruhi budaya, dan budaya pun memengaruhi agama,” ujar teungku yang sedang menempuh jejang doktoral di salah satu universitas di Medan itu.

Syeh berfoto bersama peserta seusai acara

Sementara itu, kearifan lokal yang dimaksud adalah kebijaksanaan dalam berbudaya yang diekspresikan dalam bentuk karsa dan ide untuk menjadi atauran hidup bersama dan dianggap sebagai sistem dalam mendefinisikan kehidupan dalam bermasyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari norma sosial masyarakat itu sendiri.

Kearifan lokal memiliki peran untuk menekat dampak globalisasi terhadap suatu sistem budaya dengan cara menanamkan nilai-nilai positif kepada remaja. Penanaman nilai tersebut didasarkan pada nilai, norma serta adat istiadat yang dimiliki setiap daerah. Kemunculan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses trial and error dari berbagai macam pengetahuan empiris maupun non-empiris atau yang estetik maupun intuitif.

Di akhir seminar, Syekh merangkumnya dengan mengatakan  bahwa tiga topik kajian tersebut memberi pengetahuan kepada kita betapa pentingnya membangun kembali kemajuan umat Islam yang pernah berjaya menguasai peradabannya di bidang ilmu pengetahuan dan sains dengan tetap mengakomodir perkembangan yang ada. Kejayaan di bidang sosial keagamaan menjadi magnet untuk menarik umat agama lain ke dalam Islam sebab Islam memiliki konsep ta’awun dan ukhuwah wathaniah dan insaniah.

“Begitu juga dengan kearifan lokal yang menjadi sarana untuk meninternalisasi nilai-nilai Islam dalam budaya lokal supaya terkikis nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan Islam dan fitrah manusia. Sebab Islam menghargai kearifan lokal yang dalam terminologi fiqh disebut dengan ‘Uruf,” tutup Syeh.

Untuk diketahui, acara tersebut diikuti sebanyak 34 warga Bireuen utusan dari 17 kecamatan umumnya dari sejumlah pesantren/dayah, guru pengajian dan unsur lainnya berlangsung selama 20 hari yang dimulai sejak Kamis (02/06). Di hari pertama, acara dibuka langsung oleh Bupati Biruen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi.

Kepala Sekretariat MPU Bireuen, Said Jamaluddin SE mengatakan, Pendidikan Kader Ulama (PKU) salah satu program utama MPU Aceh dan MPU kabupaten/kota dan merupakan amanat dari Qanun Aceh nomor 2 tahun 2009.

“Tujuan dari kegiatan ini, meningkatkan sumber daya dan peran ulama agar mampu menggali, mendalami dan memahami ajaran Islam dari sumbernya. Selain itu, dengan adanya kaderisasi ulama ini diharapkan dapat meneruskan tugas ulama saat ini sesuai dengan Syariat Islam di Bumi Nanggroe Aceh Darussalam Serambi Mekah ini,” ujarnya sebagaimana yang dikutip Nusantara Post. [MAA]

Selamat! Mahasiswa STIS UA ini Lulus Seleksi Beasiswa Kemenag

Loading

Pidie JayaFadhil Mubarak Aisma, mahasiswa yang baru saja menyelesaikan sarjana di STIS Ummul Ayman lulus seleksi pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementrian Agama RI tahun 2022. Mahasantri asal Lhokseumawe ini memilih Program Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Kelulusan itu berdasarkan pengumuman Kemenag pada 9/06. Fadhil yang merupakan lulusan sarjana Prodi Hukum Keluarga Islam pada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya menjadi salah satu penerima beasiswa dari 600 kuota yang tersedia.

Rincian kuotanya: 552 untuk program S1 dan 48 untuk program S2 dengan 26 pilihan Perguruan Tinggi Mitra di Seluruh Indonesia yang dibawahi oleh Kemendikbud, Kemenag, Swasta, dan Pondok Pesantren (Ma’had Aly). PBSB 2022 ini diikuti 13.011 santri dari 1.730 pesantren se-Indonesia. Dari Aceh, sebanyak 25 santri yang lulus: 23 orang program S1 dan 2 orang program S2.

PBSB Kemenag RI adalah salah satu program beasiswa dari Kemenag RI yang khusus memberi beasiswa bagi santri yang memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat provinsi, nasional, dan internasional.

PBSB telah berjalan sejak 2005 dan masih dibuka setiap tahunnya dengan proses seleksi yang ketat. Setidaknya ada dua tahap seleksi yang ditetapkan Kemenag RI yaitu Seleksi Potensi dan Pengetahuan Akademik yang Berbasis Elektronik dan Seleksi Wawancara yang meliputi Tes Kitab Kuning, Tes Wawasan Kebangsaan, dan Tes Peminatan Bakat.

Santri yang dinyatakan lulus akan dibiayai penuh (Fully Funded) mulai dari biaya perkuliahan seperti biaya masuk pertama, biaya UKT/semester, biaya matrikulasi, biaya kuliah non-UKT, hingga tunjangan hidup bulanan. Santri-santri yang lulus juga diwajibkan tinggal di pesantren yang terdekat dengan perguruan tinggi pilihan atas rekomendasi atau persetujuan Kemenag RI.

Setelah menyelesaikan perkuliahan, santri akan diwajibkan untuk mengabdi di pesantren asal masing-masing santri selama minimal 2 tahun sebagai wujud peningkatan mutu pendidikan pesantren dan pengabdian terhadap pesantren. [Reporter: Bukhari]

*Tulisan ini telah dimuat di https://ummulayman.or.id/dengan judul: fadhil-mubarak-aisma-santri-dayah-ummul-ayman-lulus-seleksi-pbsb-program-magister-di-unisma/