Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home2/milikkit/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41

STIS Ummul Ayman Jalin Kerjasama dengan UIN Sunan Ampel, Surabaya

Loading

Pidie Jaya – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman, Meurah Dua, Pidie Jaya jalin kerjasama dengan UIN Sunan Ampel, Surabaya, dalam hal Pelaksanaan Laboratorium Bahasa, Kamis (14/11).

Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Ampel yang dalam posisi sebagai penyedia materi ajar dan tes Bahasa Arab modern Modern Standard Arabic (MSA) dan E-TOAFL memberikan mandat kepada STIS Ummul Ayman untuk menjadi implementor program tersebut.

Sebelum menerima Memorandum of Agreement (MoA), dua perwakilan UIN terlebih dahulu mensosialisasikan tentang Modern Standard Arabic tersebut. Acara yang diikuti seluruh mahasiswa/i itu dinarasumberi oleh Dr. Mirwan Ahmad Taufiq, MA dan Mohamad Budiono, S.Ag, M.Pd.i.

Disamping menjelaskan perkembangan Bahasa Arab, terutama yang kontemporer, Dr. Mirwan juga menjelaskan keuntungan dan kelebihan menggunakan sistem Modern Standard Arabic tersebut. Menurutnya, nantinya, para pelajar akan banyak memperoleh wawasan baru terkait dengan Bahasa Arab.

Dr. Mirwan Ahmad Taufiq, MA sedang menjelaskan materi Bahasa Arab kontemporer

Sementara Bpk. Budiono mendetailakan terkait kinerja program MSA tersebut. Kemajuan teknologi era 4.0 ini semakin menuntut setiap person untuk lebih unggul. Salah satu media untuk unggul dalam belajar berbahasa Arab adalah dengan menggunakan program yang dimaksud.

Tambahnya, keunggulan sistem tersebut sudah diakui internasional. Bahkan hingga saat ini, aplikasi tersebut sudah digunakan di lebih dari 100 negara di dunia.

Para mahasiswa/i sedang mendengarkan paparan terkait penggunaan aplikasi Modern Standard Arabic (MSA)

Acara diakhiri dengan penyerahan MoA yang diserahkan langsung oleh Ketua STIS, Dr. M. Zukhdi, Lc, MA kepada dua perwakilan tersebut. [MAA]

Jalin Kerjasama Aplikasi Modern Standard Arabic (MSA), Budiono: Ini Perdana di Aceh!

Loading

Pidie Jaya – Untuk meningkatkan program bahasa di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya jalin kerjasama dengan UIN Sunan Ampel, Surabaya. Kerjasama tersebut dalam hal pengembangan Bahasa Arab melalui penggunaan aplikasi Modern Standard Arabic (MSA), Kamis (14/11).

Sebelumnya, perwakilan dari UINSA, Bpk. M. Budiono, S. Ag, M.Pd.i. menjelaskan asal-usul dan perkembangan aplikasi tersebut. Perkembangan dunia saat ini tentu tak bisa dibendung, tentu, perkembangan media dalam menunjang pembelajaran juga menjadi salah satu prioritas masyarakat era 4.0 ini.

Koordinator MSA wilayah Asia Tenggara ini juga menjelaskan bahwa MSA sudah diuji dan dipasarkan ke internasional. Sementara di Indonesia, satu-satunya perwakilan yang mendapatkan izin operasional langsung dari Al Arabiyya Institute, Leipzieg, Jerman adalah UIN Sunan Ampel, Surabaya.

“Kami sudah bekerjasama dengan beberapa UIN di Indonesia. Sementara di Provinsi Aceh, STIS Ummul Ayman ini perdana,” ujar bapak yang sejak kecilnya sebenarnya bercita-cita menjadi TNI itu.

Koordinator MSA wilayah Asia Tenggara, Bpk. M. Budiono, S. Ag, M.Pd.i. sedangkan memaparkan kinerja aplikasi tersebut

Sementara itu, Pembantu Ketua III STIS, Syekh Khaliluddin, MA mengharapkan semoga STIS Ummul Ayman menjadi mercusuar dalam perkembangan Bahasa Arab, trutama dalam menggunakan aplikasi MSA tersebut.

“Outbook Ummul Ayman harus berkelas. Harus serius dalam mempelajari aplikasi tersebut, karena terkait dengan visi-misi STIS,” pungkasnya.

Untuk diketahui, aplikasi ‘Modern Standard Arabic’ merupakan sistem belajar dan ujian Bahasa Arab yang dicetuskan oleh Prof. Eckehard Schulz, Leipzieg, Jerman. Selain untuk belajar, sistem tersebut juga bisa digunakan untuk memperoleh nilai E-TOAFL yang berstandar internasional.

Memorandum of Agreement (MoA) tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua STIS, Dr. M. Zukhdi, Lc, MA. yang berlangsung di salah satu aula STIS, Pidie Jaya.

Reporter: MAA

Mentari Kasih Sayang dan Cinta

Loading

MENTARI baru saja tampak. Cahayanya menggelayut di antara pepohonan. Mobil Fortune bernopol BL 1162 ZJ itu keluar dari Dayah Ummul Ayman III, Meurah Dua, Pidie Jaya. Di dalamnya, Ayahanda Syaikhuna Waled Nuruzzahri bersama sang driver, Syech Poel El Adani.

Biasanya, seusai pengajian subuh Jumat, Waled selalu stay di kantor guru, guna mencicipi sarapan alakadarnya. Menu mie caluek plus keurupuk, selalu menghiasi meja di pagi hari. Berbeda dengan pagi hari itu. Seperti buru-buru, Ayahanda langsung pamit. Kembali ke Samalanga.

Dari Meurah Dua ke Samalanga tak begitu jauh. Bisa ditempuh sekitaran 15 menit menggunakan mobil.  Memasuki jalan Cot Meurak, Kecamatan Samalanga. Beberapa meter kemudian mobil berhenti. Waled pun turun. Menuju ke suatu taman. Luasnya kurang lebih 1500 meter. Sebelah kanan jalan. Bunga beragam warna bermekaran, merekahi senyuman, menunggu kedatangan Ayahanda. Dua balai bertengger kokoh di ujung sana.

“Ureung nyoe ho ka [orang ini udah pada kemana?],” tanya Ayahanda, Waled.

“Ka geujak cok boh mamplam [lagi ngambilin buah mangga],” sahut seseorang dari kejauhan.

Ternyata, sang Bunda yang menjawab pertanyaan itu. Ummi kami bernama lengkap Hulaimah binti Tgk H. Jalaluddin Hanafiyah. Pagi hari itu, Bunda sedang asik duduk di atas balai yang berbawahkan kolam ikan itu. Dia antara banyaknya barisan bunga-bunga indah yang bermekaran di taman itu, Bunda kami adalah yang terindah dari lainnya. Kasih sayangnya meliputi semua anak-anak didik di Ummul Ayman.

Pagi itu, dua hamba kesayangan Allah dan RasulNya bercengkrama di atas balai itu. Ditemani sang ajudan, Tgk Shalih serta beberapa khadim lainnya yang selalu menemani Waled-Bunda, membuat suasana semakin meriah. Bunga-bunga semakin bermekaran. Sumringah sekali.

Sembari menikmati sebungkus lontong, canda demi canda tersalurkan. Sekelas Syaikhuna Waled, menikmati makanan di restoran-restoran megah, di hotel-hotel berbintang, bersama tokoh-tokoh hebat nasional dan internasional, tentu sudah tak asing lagi. Namun, bercengkrama bersama kekasih hati, meski di atas balai berkontruksikan kayu, serasa sarapan di hotel berbintang tujuh. Masya Allah. TabarakAllah.

Majelis kasih sayang dan cinta itu terasa cepat usainya. Air sungai Batee Iliek menderik mengalir. Sesekali, mengintip keasikan mereka. Ia memberitahuku perihal kecemburuannya. Air kolam di bawah balai itu beredenting kesana-kemari, bernyanyi, bergoyang, mengalun indah, seirama dengan kenyamanan kekasih-kekasih Allah itu.

Semoga Allah menjaga Ayahanda-Bunda kami dan selgenap keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman fii kheir wa ‘afiyah. Allahumma amiiiin.

***

Penulis: M. Aidil Adhaa, Lelaki kampung yang akrab dengan kata dan Senja.