![]()
Aceh Utara – Nabi Muhammad Saw sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik) yang perlu kita ikuti segala tindak-tanduknya. Baik sifat-sifatnya, akhlak dan perilakunya. Itulah di antara cuplikan tausiah Ketua STIS Ummul Ayman, Dr Tgk H Muhammad Zukhdi, Lc MA di masjid Baitul Karim, Geuredong Pasee, Aceh Utara, Kamis (11/01/2024).
Menantu Syaikhuna Waled Nuruzzahri yang akrab dipanggil dengan ‘Baba’ ini melanjutkan, memperingati maulid Nabi Muhammad merupakan bagian dari rasa cinta kepada Nabi dengan mengingat pengorbanannya untuk agama Islam. Di samping itu, lanjutnya, juga dengan memperbanyak berselawat kepadanya.
Sebagaimana Nabi sangat cita kepada kita selaku umatnya. Di antara kecintaan Nabi kepada kita, Nabi akan memberikan syafa’at ‘udhma (bantuan tertinggi) nanti di hari kiamat ketika semua manusia digilir ke Padang Mahsyar. Juga membantu umat pada timbangan amal (yang biasa disebut dengan ‘mizan’). Sehingga jika ada umatnya yang amalannya berkurang, maka Rasulullah membantu untuk memperberat timbangan kebaikannya.
“Selain itu juga mencari umatnya di neraka. Sehingga Rasulullah Saw tak pernah rela jika ada umatnya yang masuk ke dalam api neraka.” Ujarnya.
Selanjutnya, Baba menjelaskan tata cara yang harus dilakukan agar kita menjadi bagian dari pecinta Rasulullah Saw, yakni di antaranya dengan mengikuti sunah Nabi yang rutin beliau lakukan setiap hari, di antaranya: shalat tahajud, shalat zuha, shalat berjamaah di masjid.
Juga, memperbanyak ber-istighfar (meminta ampun) sampai 70 kali atau 100 kali setiap hari, memperbanyak membaca Alqur’an, selalu dalam keadaan berwudhu, selalu bersedekah dan menginfakkan hartanya kepada fakir-miskin dan orang-orang yang membutuhkannya.
“Kita berharap, semoga sepulang dari majelis ini, semua kita punya komitmen untuk mempraktekkan sunnah-sunnah Rasulullah di dalam kehidupan kita. Sehingga, nantinya, kita termasuk umat-umat yang disayang dan dicintai oleh Baginda Rasulullah Saw. Semoga,” tutupnya. []