Udcdsmcklmdslntitled

Hebat! Kabag Media dan Komunikasi STIS Ummul Ayman Lolos Short Course ke Universitas Al-Azhar Mesir

Loading

Pidie Jaya – Setelah diterjang banjir bandang sejak 25 November 2025, dunia dayah dan kampus STIS Ummul Ayman Pidie Jaya mendapat kabar gembira. Kepala Bagian Media dan Komunikasi STIS, Tgk. M. Aidil Adhaa, Lc., lolos dalam program Beasiswa non gelar berupa Short Course (Pendidikan Intensif) dari As-Salam fil ‘Aalamiin (ASFA) selama satu bulan ke negara Mesir.

Tgk. Aidil mengatakan bahwa kepastian keberangkatan tersebut diketahui setelah mendapat kabar dari panitia lewat pengumuman melalui akun Zoom dari pihak ASFA. Kegiatan berlangsung sejak 10 Januari hingga 10 Februari 2026.

Para peserta berfoto dengan Ketua Islamic Research Academy, Prof. Dr. Hasan Shalah Shagir dan Atdikbud KBRI Kairo, Dr. Abdul Muta’ali. [Doc STIS-UA]

Dari ratusan peserta yang mendaftar, hanya 45 peserta dari 45 lembaga pendidikan dari 22 provinsi yang lolos dan diberangkatkan ke Mesir. Tgk Aidil satu-satunya peserta dari Aceh, mewakili YPI Ummul Ayman dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman.

“Alhamdulillah setelah melewati serangkaian sesi pemberkasan hingga wawancara menggunakan Bahasa Arab, akhirnya saya lolos. Ini tentu berkah doa Ummi, keluarga, Waled dan dewan guru Ummul Ayman,” ujarnya.

Tgk. Aidil merupakan putra asli Desa Pante Garot, Indrajaya, Pidie, guru di YPI Ummul Ayman yang diutus ke Ummul Ayman 3 Pidie Jaya. Ia menjabat sebagai Kabag Media dan Komunikasi STIS Ummul Ayman Pidie Jaya. Setelah meraih gelar strata satu dari Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, ia diutus untuk mengabdi di Dayah Mahasiswa Ummul Ayman 3, Pidie Jaya.

Program beasiswa yang Tgk Aidil ikuti ini merupakan program dari Yayasan As-Salam fil ‘Aaalamin (ASFA) berbentuk pelatihan peningkatan kapasitas yang diperuntukkan bagi tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pesantren dan lembaga pendidikan lainnya di seluruh Indonesia. Program ini sebagai bagian dari membantu pemerintah dalam menggapai bonus demografi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Para peserta merupakan kader dari 45 lembaga pendidikan, pesantren dan perguruan tinggi dari 22 provinsi di Indonesia. Tujuan program ini adalah menjadi penguatan SDM unggul di lembaga pendidikan pesantren. Selama di Al-Azhar Kairo, peserta akan mendapatkan pendalaman ilmu tafsir, hadits, bahasa, fatwa, fikih kontemporer dan lainnya serta menyambung sanad keilmuan.

Ketua Lazis ASFA H. Muchlis Hasyim Yahya bersama Ketua Nazdir Wakaf ASFA Irjen Pol (Purn) Mas Guntur Laupe dan Wakil Ketua Lazis ASFA Anizar Masyhadi, MA. melepas keberangkatan program short course tersebut pada Jumat (09/01/2026).

Dengan adanya pelatihan ini, ASFA mengaharapkan agar kompetensi para tokoh ini dalam kajian ilmiah bisa meningkat. Peserta juga diharapkan bisa melestarikan budaya lokal dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan lembaganya masing-masing. []