Untitled

Hebat! Dosen STIS Ummul Ayman ini Lolos Beasiswa Program Pelatihan Moderasi Beragama dan Ekoteologi Kemenag 2025

Loading

Pidie Jaya – Kabar membanggakan datang dari salah seorang dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Pidie Jaya, Dr. Tgk. Deni Mulyadi, M.A, yang berhasil terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kerjasama Kementerian Agama RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Saat berita ini diturunkan, Dr. Deni sedang dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Wawasan Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi 2025 yang digelar pada 12–18 November 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Program pelatihan ini merupakan inisiatif Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan dan Keagamaan (PUSPENMA), bekerja sama dengan LPDP, sebagai upaya meningkatkan kompetensi akademisi dan praktisi dalam memahami moderasi beragama serta kepekaan ekologis. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi cendekiawan yang berwawasan inklusif, toleran, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 60 peserta yang dinyatakan lulus seleksi ketat, termasuk Dr. Deni. Ia mengaku bangga dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya tidak menyangka bisa terpilih. Ini bukan hanya pelatihan, tetapi kesempatan berharga untuk memperdalam moderasi beragama dan memahami hubungan spiritual manusia dengan alam,” ujar teungku ini.

Menurutnya, isu moderasi beragama dan ekoteologi semakin relevan di tengah tantangan sosial dan krisis lingkungan global.

“Sebagai akademisi muda, kita perlu menghadirkan wajah Islam yang ramah terhadap sesama dan ramah terhadap bumi. Pelatihan ini membuka cakrawala baru bagaimana nilai-nilai itu diterapkan secara nyata,” tambahnya.

Pelatihan akan menghadirkan sesi akademik, diskusi lintas daerah, hingga praktik lapangan yang mengintegrasikan perspektif keagamaan dengan etika ekologis. Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., melalui arahan penyelenggara, menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama berbasis ekoteologi menjadi salah satu fokus strategis Kemenag tahun 2025.

Kepala PUSPENMA Kemenag RI, Dr. H. Ruchman Bashori, M.Ag, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen Kementerian Agama dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang terbuka dan berwawasan ekologis.

“Kami ingin melahirkan generasi cendekiawan yang tidak hanya memahami teks keagamaan, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata bagi harmoni sosial dan kelestarian alam,” jelasnya.

Sebagai Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Unit Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (UP3M) STIS Ummul Ayman Pidie Jaya, Dr. Deni berharap pengalaman ini dapat membawa manfaat bagi kampus dan masyarakat.

“Saya ingin menularkan semangat moderasi dan kepedulian lingkungan, dimulai dari kampus, lalu ke masyarakat luas,” tutupnya. []