![]()
Pidie Jaya – Sejarah baru bagi Nahdlatul Ulama (NU) Aceh tercipta dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Untuk pertama kalinya, Pendiri IAI Ummul Ayman Pidie Jaya, Tgk Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) terpilih sebagai salah satu anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Penetapan tersebut merupakan hasil dari penghitungan suara di dalam Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/8/2026).
Syaikhuna Waled Nu terpilih dengan perolehan suara terbanyak nomor dua dari sembilan ulama yang ditetapkan sebagai anggota AHWA Muktamar ke-35 NU.
Adapun sembilan nama yang terpilih jadi AHWA yakni KH Nurul Huda Djazuli, Tgk Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), KH AG Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siroj, dan KH Abun Bunyamin.
Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, mengatakan keterpilihan Syaikhuna Waled Nu menjadi bagian dari AHWA merupakan sejarah baru bagi NU Aceh. Sebelumnya, belum pernah ada ulama dari Aceh yang terpilih sebagai anggota AHWA dalam Muktamar NU.
“Belum pernah ada AHWA yang terpilih dari Aceh. Dalam sejarah NU ini pertama kali ulama sepuh dari Aceh terpilih jadi AHWA,” kata Abu Sibreh sebagaimana dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu (30/8/2026).
Seperti diketahui, AHWA memiliki peran penting dalam proses kepemimpinan NU. Setelah Rais Aam terpilih, anggota AHWA bersama Rais Aam akan memilih Ketua Umum PBNU berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU).
“Tugas mereka Rais Aam, sesudah itu bersama-sama dengan Rais Aam memilih ketua umum dari usulan yang diusulkan oleh PW dan PC,” ujarnya. []
Telah tayang di Serambi Indonesia, edisi Minggu (30/08/2026).