![]()
PIDIE JAYA – Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman, Tgk. Syeh Khaliluddin, MA, sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Rabu (16/07/2025).
Majelis Penguji Sidang terdiri dari Prof. Dr. Zainal Arifin, Lc., M.A, Prof. Dr. Abdullah, M.Si, Dr. Azhar, M.A, Prof. Dr. M. Nazaruddin, M.Si (penguji Eksternal). Sementara Majelis Pimpinan Sidang yang diketuai oleh Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag dan Sekretaris Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag ini berjalan alot dan penuh khidmah.
Disertasi yang Tgk. Syeh angkat berjudul “Komunikasi Islam Pemerintah dalam Membentuk Masyarakat Islami dengan Branding ‘Bireuen Kota Santri’”. Melalui penelitian mendalam ini, Dr. Syeh mengulas bagaimana peran komunikasi Islam yang dilakukan pemerintah daerah dapat membentuk karakter masyarakat Islami serta menguatkan identitas Bireuen sebagai salah satu pusat pendidikan agama dan penguatan syariat di Aceh.
Dalam sambutannya, Tgk Syeh menyampaikan harapan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan motivasi bagi pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat dalam mewujudkan Bireuen sebagai ‘Kota Santri’ yang benar-benar berkarakter Islami, sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam yang kuat di Aceh.
Disampaikan Humas STIS Ummul Ayman, Tgk. M. Aidil Adhaa, dengan keberhasilan ini, Tgk. Syeh Khaliluddin resmi meraih gelar Doktor Bidang Komunikasi Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan menjadi doktor ke-114 di UINSU Medan. Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi civitas akademika STIS Ummul Ayman Pidie Jaya dan masyarakat Bireuen pada umumnya.
Secara keseluruhan, segenap penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil penelitian Syeh Khaliluddin. Dalam arahannya, salah satu penguji yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Sumatera Utara menyampaikan harapan agar hasil disertasi ini dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya membangun dan mem-branding Kabupaten Bireuen sebagai kota santri.
Prof. Nazaruddin juga menambahkan bahwa meskipun disertasi sangat tebal dan bernilai ilmiah tinggi, pemerintah mungkin tidak sempat membaca seluruhnya. Oleh karena itu, penting untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk resume atau ringkasan yang lebih praktis dan aplikatif.
Seluruh pimpinan, dosen dan mahasiswa STIS Ummul Ayman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Semoga ilmu dan kontribusi Tgk. Syeh Khaliluddin dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan keilmuan dan pembangunan masyarakat Islami di daerah. []